Rabu, 29 April 2020

iblis

Iblis
        Mula-mula iblis adalah seorang  pembesar dari golongan malaikat  yang sangat taat kepada Allah, namanya Azazil ([20]).   Setiap kali ia singgah di suatu tempat, baik di bumi ataupun langit, tak pernah ia tinggalkan shalat dua rakaat sebagai bentuk rasa syukurnya kepada Allah.  Tetapi karena kesombongannya Allah menghukumnya menjadi iblis, artinya seorang yang terputus dari rahmat Allah / tidak memiliki kebaikan sama sekali.
Allah berfirman kepada iblis:
Allah berfirman: "Hai iblis, Apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Aku ciptakan dengan kedua tangan-Ku.  Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?".
Iblis berkata: "Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah". QS. Shad: 75-76.
         Iblis juga berkata kepada Allah: “Aku lebih mulia dari Adam, sudah lama aku menyembah-Mu sebelum Engkau ciptakan Adam”. 
Jawab Allah: “Sesungguhnya kamu telah terlanjur durhaka kepada-Ku. Ibadahmu tidak akan bermanfaat bagimu. Keluarlah kamu dan pengikut-pengikutmu dari rahmat-Ku dengan tercela dan terusir”.   Lantas pada saat itu pula Azazil berubah menjadi setan yang terkutuk.
Setelah di vonis sebagai makhluk terkutuk, iblis mengajukan permintaan kepada Allah, antara lain:
1.      Supaya umurnya dan anak cucunya di perpanjang sampai hari kiamat dan permintaannya di kabulkan oleh Allah.
“Iiblis berkata: "Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan. Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu Termasuk mereka yang diberi tangguh.". QS. Al-A’raf: 14-15.
2.      Supaya di beri kesempatan untuk menyesatkan manusia dan di kabulkan pula oleh Allah.
“Iblis berkata: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus.  Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). QS. Al-A’raf:16-17.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar