Banyak dari kita mungkin menganggap kalau Nabi Adam
tercipta dari tanah. Tapi, tak sedikit juga menjelaskan kalau Nabi
pertama itu diciptakan Allah SWT dari sari pati tanah atau tanah liat.
Ketidaksamaan pernyataan tersebut mungkin membuat Anda bertanya-tanya, sejatinya Nabi Adam terbuat dari apa? Bagaimana kemudian perbedaan pendapat ini bisa muncul dan apa jawaban Alquran yang paling tepat?
Menjawab ketidakpastian yang kerap membingungkan terkait
penciptaan Nabi Adam, dalam buku 'Sains dalam Alquran: Mengerti Mukjizat
Ilmiah Firman Allah' karya Dr Nadiah Thayyarah, diterangkan dengan
jelas bagaimana Nabi Adam diciptakan.
Nabi Adam terbuat dari semua bahan itu. Tetapi, bagaimana bisa?
Sebenarnya, itu hanyalah tahapan dalam proses penciptaan Adam. Apa yang
diterangkan di dalam Alquran secara tidak langsung menjelaskan prosesi
penciptaan Adam yang bertahap.
Diterangkan lebih lanjut, tahap pertama penciptaan Adam adalah
dari tanah. Hal ini diisyaratkan dalam hadis Nabi, “Sesungguhnya Allah
menciptakan Adam dari satu genggam yang diambil-Nya dari seluruh tanah
bumi. Kemudian anak keturunan Adam terlahir hingga bilangannya sejumlah
tanah bumi, ada yang berwarna putih, merah, hitam, dan antara dua warna
itu; ada yang buruk, baik, senang, sedih, dan di antara dua keadaan
itu." (HR. Imam Ahmad, Tirmidzi, dan Abu Dawud).
Oleh karenanya, sifat-sifat manusia itu bermacam-macam
berdasarkan sifat-sifat tanah. Dan keturunan Adam terlahir serupa dengan
ragam dan jenis tanah.
Di antara mereka ada yang memiliki kepribadian yang lembut
seperti tanah yang subur, ada pula yang memiliki kepribadian yang sulit
dan keras, seperti lahan kering yang tak dapat menumbuhkan tanaman dan
tidak mengandung air.
Sementara itu, ada yang memiliki kepribadian sombong dan keras
kepala. Sifat-sifat manusia itu bermacam-macam sesuai sifat tanah yang
menjadi bahan penciptaan Adam.
Ada pula yang putih, hitam, dan merah- warnanya beragam seperti
warna-warna tanah. Tabiat manusia pun mencerminkan contoh dari
sifat-sifat tanah karena Allah mengambil satu genggam tanah yang diambil
dari seluruh macam tanah untuk menciptakan Adam.
Oleh sebab itu, Nabi Adam diberi nama Adam karena ia berasal dari kulit bumi (adîm), dan kulit bumi berarti tanah.
Dinamakan Adam supaya Anda selalu ingat dari apa Anda berasal
sehingga Anda harus tunduk dan merendahkan diri kepada kekuasaan dan
keagungan Sang Khalik. Sebab, Anda tahu apa arti Adam dan dari apa ia
tercipta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar