Seusai khutbah nabi Adam turun dari mimbar dan duduk di
sekeliling para malaikat. Kemudian ia di tidurkan oleh Allah. Dalam tidurnya
nabi Adam bermimpi bertemu seorang wanita cantik, yaitu Siti Hawa (saat itu belum di ciptakan) dan nabi Adam
tertarik tertarik terhadapnya.
Kemudian Allah keluarkan / lahirkan Siti Hawa dari tulang rusuk
nabi Adam sebelah kiri. Begitulah Allah menciptakan Siti Hawa.
Keadaan Siti Hawa ketika lahir:
-
Adalah wanita berwajah cantik yang kecantikannya melebihi bidadari.
Tiada satupun wanita dari keturunannya
hingga kiamat kelak yang menandingi kecantikannya.
-
Tinggi badannya setinggi nabi Adam.
-
Rambut kepalanya terdapat 300 kepang / kuncir.
-
Mengenakan pakaian dan perhiasan sorga.
Dalam satu keterangan disebutkan: Bahwa nabi Adam memiliki wajah
lebih tampan di banding Siti Hawa. Tetapi Siti Hawa memiliki sifat penyayang
dan lemah-lembut melebihi nabi Adam ([21]).
Nabi Adam menikah dengan Siti Hawa
Ketika nabi Adam
terbangun dari tidurnya, ia kaget setelah melihat wanita yang di lihatnya dalam
mimpi itu sudah berada di sampingnya. Nabi Adam kagum dengan kecantikannya dan
langsung hendak menyentuhnya ([22]) namun
di larang oleh Allah sebelum mengeluarkan maskawinnya. Nabi Adam menanyakan
kepada Allah berupa apakah maharnya itu. Allah berfirman: “ Maharmu,
“Jangan kamu dekati satu pohon dan jangan kamu makan buahnya”. ([23])-([24]).
Dalam riwayat lain Allah menyuruh membayar maskawinnya berupa “Bershalawat
kepada Muhammad”. Nabi Adam
menanyakan, siapa Muhammad itu?
Jawab Allah: “Ialah seorang
Nabi terakhir dari keturunanmu. Seandainya tidak ada dia, niscaya tidak Aku
ciptakan seluruh makhluk-Ku ini”.
Kemudian Allah menumbuhkan bibit keturunan
(embrio) dari punggung nabi Adam bagaikan biji-bian yang sangat banyak dan
beragam, terdiri dari laki-laki dan perempuan, hitam dan putih. Kemudian Allah turunkan Nur Muhammad pada
benih-benih itu. Benih-benih yang
terkena Nur Muhammad maka kelak akan lahir menjadi orang beriman, sedangkan
benih yang tidak terkena Nur Muhammad kelak lahir menjadi kafir ([25]).
Kemudian Allah nikahkan nabi Adam dengan Siti Hawa pada saat itu,
yaitu hari Jum’at setelah matahari tergelincir. ([26]).
Nabi Adam dan Siti Hawa tinggal di sorga
Setelah nabi Adam
dan Siti Hawa resmi menjadi pasangan suami istri, Allah menyuruh malaikat
membawa mereka ke sorga untuk berbulan madu. Allah perintahkan malaikat Ridwan
menyiapkan istana lengkap dengan para wildan ([27])
dan bidadarinya. Buat keduanya di sediakan kendaraan sorga, buat nabi Adam
seekor kuda dari misik, namanya “Maimun”. Sedang buat Siti Hawa di sediakan seekor “Unta”
yang keduanya memilki kecepatan sekejap mata, atau sebanding Buraq
([28]).
Kemudian nabi Adam
dan Siti Hawa menaiki kendaraannya dengan di kawal oleh malaikat Jibril, Mikail
dan Israfil mengelilingi tujuh sorga dan di perlihatkan tempat / hunian para
Nabi. Selama perjalanannya nabi
menyalami setiap malaikat yang di lewatinya dan mereka para malaikat berkata: “Tiada
makhluk Allah yang mendapat kemuliaan semulia Adam dan Hawa”.
Sesampainya di depan
pintu sorga Firdaus, nabi Adam dan Siti Hawa di suruh berhenti dan turun dari
kendaraannya oleh malaikat pengawalnya.
Allah mewahyukan kepada nabi Adam: “Inilah sorga-Ku dan kampong
kemuliaan-Ku, silahkan kalian berdua masuk dan nikmatilah keni’matan di
dalamnya”.
Allah berfirman: “Hai Adam,
diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang
banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon
ini ([29])
yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang dzalim”. QS.
Al-Baqarag:35.
Di antara keni’matan yang tersedia di dalam sorga Firdaus antara
lain:
-
Sebuah tempat tidur berkubah, terbuat dari intan dan mutiara.
Memiliki 700 tiang penyangga dari yaqut merah.
Di atasnya terdapat kasur dari Sundus warna hijau. Setiap kali
nabi Adam dan Siti Hawa berhubungan, secara perlahan-lahan tempat tidur itu
tertutupi oleh tirai dengan sendirinya.
-
Kemanapun Siti Hawa pergi di dalam istana selalu di ikuti bidadari
yang tak terhitung jumlahnya.
-
Tersedia taman dan kebun buah-buahan yang beraneka macam dan
sungai-sungai khamr yang mengalir di bawahnya.
Makanan sorga yang pertama di makan oleh nabi Adam ialah makanan
yang terbuat dari tepung pohon kurma. Menurut Ibnu Abbas ialah anggur, sedang
menurut An-Naisaburi ialah hati ikan.
Upaya iblis menyesatkan Nabi Adam dan Siti Hawa
Setelah iblis
mengetahui bahwa nabi Adam dan Siti Hawa berada di sorga dan di larang
mendekati salah satu pohon, maka iblis berencana bagaimana supaya ia bisa masuk
dan menyesatkan nabi Adam dan Hawa.
Karena iblis tak
dapat masuk, maka iapun mencari bantuan supaya bisa masuk. Iapun rela menunggu di depan pintu sorga
kurang lebih 300 tahun ([30]). Tiba-tiba datanglah seekor burung merak (Thawus)
yang sangat indah, ialah pemimpin burung sorga.
Tanya iblis: “Dari mana asalmu hai burung yang di berkahi?”.
Jawab burung: “Dari taman tempat tinggal Adam dan Hawa”.
Iblis berkata: “Aku adalah seorang penasehat([31]),
bisakah engkau menolongku bagaimana supaya aku bisa masuk ke taman Adam,
tetapi secara sembunyi-sembunyi?”.
Jawab burung: “Untuk hal itu aku tidak dapat menolongmu, tapi aku bisa mempertemukan
anda denga ular (Al-Hayyat) yang bisa membawa anda masuk”. Lalu burung
menemui ular dan mengajaknya menemui iblis.
Kepada ular iblis berkata: “Aku adalah seorang penasehat, bisakah
engkau membawaku masuk ke taman Adam dengan sembunyi-sembunyi ?”. Kata iblis lagi: “Bukalah mulutmu, aku akan
masuk ke dalam perutmu dan nanti engkau muntahkan aku di dekat pohon itu ([32]). Di dalam perut ular iblis bersembunyi di
bagian ekornya. Akhirnya iblispun sampai
ke dalam taman nabi Adam atas
pertolongan ular dan di krluarkan di dekat pohon tersebut.
Kemudian iblis cari
siasat bagaimana agar nabi Adam dan Hawa mau keluar dari dalam istananya. Dengan akal jahat dan liciknya, lalu iblis
meniupkan seruling dengan suara yang sangat merdu sampai akhirnya nabi Adam dan
Hawapun keluar untuk mendengarkan merdunya seruling iblis itu. Lantas iblis berkata: “Wahai Adam, mendekatlah
kemari !”. Jawab nabi Adam: “Aku di larang mendekati pohon itu”. Lantas iblis berkata lagi: “Tuhan
kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua
tidak menjadi Malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam
surga)". QS. Al-A’raf:20.
Iblis juga bersumpah: “Demi Allah!
Siapa yang makan buah dari pohon ini untuk selamanya ia tidak akan pikun dan
beruban dan akan kekal di dalam sorga”.
Nabi Adam mengira kalau iblis adalah seorang penasehat yang jujur. Dan akhirnya nabi Adam dan Hawa tergelincir
dengan rayuan iblis dan tertarik untuk makan buah tersebut.
Di karenakan Siti Hawa ingin sekali
bisa hidup kekal di sorga, maka dia bernafsu untuk makan lebih dulu ([33]). Ketika nabi Adam melihat istrinya setelah
makan tidak ada pengaruh apapun, maka nabi Adampun akhirnya ikut makan.
Tatkala buah itu sampai di dalam perut
nabi Adam, tiba-tiba mahkota dan pakaian yang di kenakan terbang entah
kemana. Sehingga nabi Adam tak
mengenakan pakaian, begitu pula Siti Hawa.
Kemudian keduanya berlarian mencari daun buat menutup auratnya dan
akhirnya mendapatkannya. Dalam satu
keterangan, daun itu ialah daun pohon At-Tin, sehingga Allah muliakan
pohon At-Tin buahnya menjadi manis.
ِAllah berfirman dalam QS. Thaha ayat 120-121:
“Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya,
dengan berkata: "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi
dan kerajaan yang tidak akan binasa?. Maka keduanya memakan dari buah pohon
itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya
menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada
Tuhan dan sesatlah ia”. ([34]).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar