Rabu, 29 April 2020

proses pembentukan adam


Asal Usul Penciptaan Nabi Adam as



ASAL USUL PENCIPTAAN NABI ADAM
 
Adam di ciptakan dari tanah
Di katakana oleh imam Ats-Tsa’labi:
         Ketika Allah hendak menciptakan Adam dari tanah, terlebih dahulu Allah mengabarkan kepada bumi: “Hai bumi, Aku akan ciptakan manusia dari saripatimu. Sebagian meraka ada yang taat kepada-Ku dan sebagian lainnya durhaka kepada-Ku.  Siapa yang taat kepada-Ku maka akan Aku masukkan dia kedalam sorga-Ku, dan siapa yang durhaka kepada-Ku akan Aku masukkan dia kedalam neraka-Ku” ([1]). 
          Kemudian Allah mengutus kepada Jibril untuk turun ke bumi mengambil segenggam tanah.  Ketika Jibril hendak mengambil sebagian tanah itu, bumi menolak dan bersumpah: ”Demi  Allah, aku berlindung kepada-Mu dari utusan-Mu, agar Engkau tidak mengambil sebagian dari kami jika nantinya akan menjadi penghuni neraka”.  Karena sumpah itu, akhirnya Jibril batal mengambil tanah itu dan melaporkan kejadiannya  kepada Allah swt. ([2]).
Kemudian Allah menyuruh Mikail untuk mengambilnya. Bumi bersumpah lagi dan malaikat Mikailpun batal mengambil tanah itu.
Kemudian Allah menyuruh Malikat Izroil.  Ketika Izroil turun ke bumi, ia langsung memukul bumi dengan sebilah pedangnya dan bumipun bergetar ketakutan, lantas malaikat Izroil mencabutnya dengan paksa.  Tanah yang diambil oleh malaikat Izroil berasal dari tanah yang beragam dan di ambil satu genggam:
a)  Tinggi rendahnya, mulai dari tanah dataran tinggi dan rendah, 
b)  Sifatnya, dari tanah liat dan gembur, 
c)  Warnanya,  ada yang hitam dan putih, merah dll.
d) Penjurunya, ada yang dari bumi paling barat,  bumi paling timur, utara dan selatan ([3]).   
في الحديث الذي رواه الترمذي "أن الله خلق آدم من قبضة قبضها من جميع الأرض فجاء بنو آدم على مثل ذلك، منهم الطيب والخبيث والسهل والحزن وغير ذلك"
Dalam hadis riwayat Tirmidzi: Nabi saw bersabda:
 “Sesungguhnya Allah menciptakan Adam as dari segenggam tanah yang diambil dari seluruh bagian bumi, maka anak cucu Adampun seperti itu, sebagian ada yang baik dan buruk, ada yang mudah (lembut) dan kasar dan sebagainya.”
          Tanah itu lantas di bawa menghadap Allah. Lalu Allah berfirman kepada Izroil: “Mengapa engkau tidak mengikuti perintah dan sumpahnya (bumi) ?.  Jawab Izroil: ”Perintah-Mu lebih aku ikuti dan aku takuti  daripada  sumpahnya”.  Kemudian Allah berfirman: Mulai saat ini engkaulah malaikat pencabut nyawa (malakul maut)” ([4]).
          Ketika Izroil mengambil paksa (mencabut) sebagian dari bumi, bumipun menangis merasa kehilangan  ([5]).  Kemudian Allah berfirman kepada bumi: “Sesungguhnya kelak akan Aku kembalikan kepadamu apa yang Aku ambil darimu itu”.  ([6])
          Kemudian Allah menyuruh Izroil membawa tanah itu ke sorga agar di serahkan kepada malaikat Ridwan (penjaga sorga), kecuali tanah warna putih.  Untuk tanah putih ini Allah menuruh kepada malaikat Jibril yang menyerahkannya kepada malaikat Ridwan.  Dari tanah putih ini Allah ciptakan para Nabi.  Lantas Allah menyuruh malaikat Ridwan untuk mencampur tanah itu dengan air Tasnim ([7]), sampai jadilah sebuah cairan tanah yang sangat besar. 
Proses pembentukan Adam
         Setelah tanah tadi menjadi cairan, kemudian malaikat Jibril di perintah oleh Allah agar  cairan itu didiamkan melalui tiga tahap:
Pertama di diamkan selama 40 tahun sampai akhirnya menjadi tanah liat (Thin laazib).  Inilah yang Allah sebutkan dalam QS.  As-Shaffat:11.
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat”.
Kedua di diamkan lagi selama 40 tahun sampai menjadi  tanah kering yang berbentuk manusia (Shalshal). Ini yang Allah sebutkan dalam QS. Al-Hijr:28.
“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk”.
Ketiga di diamkan kembali selama 40 tahun ([8]) dalam posisi telentang di jalanan tempat lalu-lalangnya para malaikat naik dan turun dari langit ke bumi. 
Menurut Ibnu Abbas: Pada suatu ketika, Iblis melewati tanah berbentuk nabi Adam itu, tiba-tiba iblis menampar perut nabi Adam hingga membekas ([9]).  Sampai akhirnya jadilah wujud Nabi Adam dengan sempurna, tinggi 60 dzira’ ([10]) dan lengkap dengan anggota tubuhnya namun belum di beri ruh.
Menurut Imam Ats-Tsa’labi: Selama dalam tahapan ketiga Allah menghujaninya  dengan dua macam hujan: selama 40 tahun berupa hujan  kesedihan dan satu tahun berupa hujan kesenangan ([11]). 
Menurut Abu Musa Al-Asy’ari: Ketika Allah menciptakan qubul ([12]) nabi Adam, Allah berfirman: “Sesungguhnya ini adalah amanat-Ku pada dirimu. Jangan sekali-kali engkau tempatkan ini kecuali pada haqnya”.               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar