Proses Peniupan Ruh
Setelah jasad nabi Adam sempurna, maka Allah meniupkan ruh
kepadanya. Seperti tersebut dalam QS. Al-Hijr:28.
“Maka apabila
aku telah menyempurnakan kejadiannya dan
telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku,
maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud”.
Berkata Imam
“Azizi: Ruh pertama kali di tiupkan ke tubuh
nabi Adam pada hari Jum’at siang. Ruh
di tiupkan ke tubuh nabi Adam melalui kepala, yakni ubun-ubun / otak. Dalam suatu riwayat: Allah mewahyukan kepada
ruh agar masuk ke tubuh nabi Adam melalui kepala namun menolaknya. Akhirnya
Allah memaksanya dan akhirnya ruhpun masuk dengan terpaksa. Kemudian Allah berfirman kepada ruh: “Seandainya
engkau masuk dengan mudah niscaya engkau akan keluar dengan mudah (tanpa di
cabut), maka masuklah dengan terpaksa dan keluarlah dengan terpaksa ” ([13]).
Di ubun-ubun / otak ruh berputar-putar selama 100 tahun didalamnya
([14]).
Kemudian turun ke kedua mata, nabi Adampun langsung bisa
melihat. Lalu ruh turun ke rongga
hidung dan nabi Adam langsung dapat mencium udara dan langsung bersin.
Lantas turun ke mulut dan lidah.
Saat itu pula Allah mewahyukan kepada nabi Adam doa pujian dan nabi Adam
langsung mengucapkan:
“Alhamdu lillaahi robbil ‘aalamiin” (segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam). Kemudian Allah menjawabnya:
“Yarhamuka robbuka ya Adam, haadzaa laka wadzurriyyatika” (semoga Tuhanmu merahmatimu wahai Adam, ini buatmu dan anak cucumu) ([15]).
Kemudian ruh turun
ke dada. Dalam satu riwayat:
Ketika ruh masuk ke bagian tubuh, lantas nabi Adam dapat menyaksikan
langsung perubahan tubuhnya sendiri yang semula berupa tanah tiba-tiba berubah
dengan sendirinya menjadi daging lengkap dengan kulit, tulang, otot, urat dan darah. Kemudian ruh turun lagi ke lutut, dan
seketika itu nabi Adam bernafsu dan buru-buru hendak berdiri dan berjalan,
namun dia tidak kuasa ([16]). Ketika ruh sudah sampai ke seluruh jasad,
maka jadilah manusia sempurna dan langsung berdiri serta bergerak
meliuk-liukkan badannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar